Cerita Inspirasi

Nama: Eris Astari Putra

Laskar: 8

Panji: 2

NIM: F141100144

.

Cerita Inspirasi 1: “ Pertanian adalah Amanat”

Indonesia adalah Negara yang memiliki Sumber Daya yang terbilang cukup besar, baik Sumber Daya Manusia (SDM) ataupun Sumber Daya Alamnya (SDA). Dalam sektor Sumber Daya Alam, Indonesia sudah tidak ada yang meragukanya lagi, ketika menengok ke arah kanan dan kiri kita, terbentang luas hutan-hutan, sawah-sawah dan ladang-ladang yang terbentang bak surga dunia yang tak ada taranya. Hijau-hijau dedaunan menambah elok suasana yang terlukis seperti dunia khayal ini.

Berjuta-juta ton hasil Sumber Daya Alam seperti hasil hutan, laut atau ikan, mineral, dan minyak yang terdapat di bumi Indonesia, tercermin bahwa Negara Indonesia adalah  Negara yang memiliki Sumber Daya Alam yang sangat potensial yang sudah sepantasnya mencukupi tuntutan hidup rakyat yang bernaung di dalamnya. Sayang, semua SDA yang di miliki ini, tidak di imbangi dengan Sumber Daya Manusia yang mumpuni. Padahal, SDM itu perannya sangatlah penting yang merupakan salah satu faktor dari sekian banyak faktor penunjang dalam menjadikan suatu Negara itu bisa menjadi lebih baik.

Sumber Daya Manusia bisa di ibaratkan sebagai Sopir dalam sebuah mobil, walaupun sebuah mobil itu sudah terisi dengan bahan bakar yang sangat cukup, tetapi jika tak ada yang menjalankannya, apa bisa mobil itu bergerak? Deskripsi inilah yang sedang dialami oleh bangsa kita tercinta ini, Bangsa yang sudah sepatutnya duduk di peringkat 1 negara termaju di dunia.

Sungguh entah apa yang sebenarnya yang terjadi dalam semua peristiwa di Negara kita ini, Negara yang penuh polemik dan kontroversi disana-sini. Hampir semua sektor industri di Negara kita dikuasai oleh pihak asing. Sungguh suatu pemandangan yang sangat ironis, miris sekaligus dramatis yang membuat kita berfikir realistis bahwa pantaskah kita sekarang pesimistis dengan keadaan yang terjadi sekarang ini? Itulah pertanyaan yang harus dijawab dimulai dari diri kita sendiri.

Pertanian menjadi salah satu sektor yang sangat vital  peranannya bagi suatu Negara. Bagaimana tidak? Jangankan di Indonesia, di Negara luar pun menganggap bahwa memang ternyata sektor inilah yang paling utama penunjang kehidupan bagi suatu  Negara. Kita dan  Mereka sama-sama sadar bahwa urusan ‘perut’ itu memang tidak bisa di nomor duakan. Nah, dari stetmen itu saja sebenarnya negara Indonesia memiliki celah yang sangat terbuka. Pertanyaanya kenapa kita tak bisa memanfaatkan celah ini? Celah yabng seharusnya dimanfaatkan oleh segenap masyarakat di Negara kita yang faktanya sebagian besarnya adalah para Petani?.

Tetapi mari kita lihat, apa yang sebenarnya terjadi? Para petani di Negara kita banyak yang hidup sengsara putus asa, karena di pengaruhi banyak faktor. Dimulai dari harga pupuk yang mahal lah, hasil panen yang dibawah harga standar lah, gagal panen karena perubahan iklim lah, dan masal;ah lain-lain yang tak bisa saya sebutkan, yang padahal sebenarnya tidak seharusnya terjadi dan bisa kita cegah.

Para petani yang ada di Negara kita haruslah menjadi pelayan, pensuplay, dan produsen dalam segala macam hasil dari bidang pertanian dan bahan pangan. Tapi, bagaimakah kenyatannya? Di Negara kita petani hanyalah seperti seorang buruh babu yang hidupnya tidak pernah merasakan kenyamanan! Sungguh suatu kenyataan yang tak bisa terelakan.

Tapi, sungguh Allah itu Maha adil. Dengan terjadinya semua peristiwa, berbagai kepahitan yang terjadi membuat saya terinspirasi dan sadar bahwasannya, inilah saatnya generasi dimulai dari diri saya sendiri untuk menyelamatkan jiwa dan raga Pertanian, Alam, dan Lingkungan di Negara kita. Aku harus menyadarkan banyak orang bahwa pertanian  itu tak selamanya kumuh, tak selamanya identik dengan kemiskinan, tapi pertanian itu sesungguhnya adalah harta karun yang paling berharga yang dimiliki oleh bangsa kita. Pertanian telah menginspirasi diri saya bahwa dengan pertanian, Negara kita bisa maju dan menunjukan kelasnya dimata Internasional.

Aku bukan seperti mereka yang memandang bahwa pertanian itu sulit! Pertanian itu miskin! Pertanian itu sengsara! Aku bukan seperti mereka yang memandang bahwa Teknologi itu segalanya , tidak! Dalam  lubuk hati saya hanya tertulis bahwa “saya Bangga dengan Pertanian” dan saya harus besarkan Negara ini dengan Pertanian, Pangan, dan Lingkungan Hidup.

Sudah saatnya kita harus Cinta Pada Produk Dalam Negeri, apalagi dalam urusan perut! Jangan  malah sebaliknya, disaat kita swasembada beras, pemerintah kita malah mengimpor beras dari Negara tetangga. Apa sudah separah inikah pertanian kita? Disaat lahan pertanian yang terbentang luas, subur dan potensial, kita masih seperti itu? Sungguh sangat memalukan. Penuh drama, intrik, politik, yang menjadikan cerita memalukan ini begitu membuat mata kita semua tertutup rapat.

Ditambah generasi muda penerus yang semakin hari, semakin tidak mau berurusan dengan pertanian . Mereka lebih senang dikenang sebagai lulusan dalam bidang ilmu komputer, kedokteran, industri dll. Sangat jarang ada yang bercita-cita sebagai seorang petani. Jika kita masih tetap seperti ini, materi apa yang akan diwariskan pada generasi kita selanjutnya? Apa kita tega melihat mereka memakan plastik, sedangkan didepan mata mereka terdapat lahan kosong yang subur, dan sangat potensial tapi tidak tahu  ilmu untuk menggunakanya?. Ingat! Pertanian adalah Sebuah amanat! Yang sudah sewajibnya kita  lestarikan tingkatkan, dan kita jaga. Coba kita pikir kembali semua ini.

Saya hanya bisa berharap, pertanian di Negara kita menjadi urat nadi pertanian dunia dan harapan pangan dunia. Mulai sekarang kita harus benar-benar bisa memanfaatkan semua Sumber Daya yang ada, bukan malah mengeksploitasinya secara berlebih. Pesan saya, Mari kita sama-sama memajukan pertanian Indonesia.

Cerita Inspirasi 2 : “ Kekurangan adalah Kelebihan “

Hidup itu belajar, hidup itu berjuang, tapi hidup juga untuk beribadah. Sangat penting bagi seseorang dalam menjalani hidup dengan sederhana dan berpegangan dari pengalaman yang sudah dialami.. karena memang pangalaman itu terbilang ampuh bahwa pengalaman itu adalah guru yang paling baik. Atau tidak ada salahnya dalam menjalani sebuah kehidupan itu terinspirasi oleh kejadian-kejadian dari oranglain atau lingkungan kita contohnya,  dari tokoh-tokoh, alim ulama yang memang patut dijadikan contoh karena perilaku mereka yang diperbuat.

Ludwig Von Beethoven adalah seorang komposer musik klasik yang paling dikenal dalam dunia musik selain Wolfgang Amadeus Mozart. Karya-karya yang diciptakannya bak seperti permata berharga. Fur Elise adalah salah satu karya besarnya yang sampai sekarang masing kita kenang.  Namun, apakah anda tahu bahwa, sesungguhnya Beethoven adalah seorang komposer yang tuli? Bagaimana bisa seorang yang tuli bisa membuat sebuah orkes simponi dan opera-opera yang sangat berkualitas? Sungguh sulit dipercaya.

Ya, Beethoven adalah komposer kelahiran Austria beberapa abad silam. Beliau adalah seorang yang pantang menyerah dalam perjuangannya guna memajukan dunia musik. Beliau banyak melakukan eksperimen-eksperimen musik yang diluar dari biasanya, bahkan banyak orang yang mengira bahwa beliau adalah orang gila. Tapi, tak pernah peduli apa komentar orang, dia tetap memegang teguh pada pendiriannya yang tak pernah menyerah bahkan ia pernah berkata kepada orang yang tidak suka dengan karya bahwa “ Jika anda tidak suka dengan semua karya yang aku buat, tak masalh. Karena aku menciptakan karya ini bukan untuk anda, tetapi untuk generasi setalah anda”. Sungguh suatu pernyataan yang sangat bijak.

Ditengah kegemilangan karirnya, tidak disangka beliau terkena penyakit kehilangan pendengaran pada usia yang terbilang masih muda. Layaknya manusia biasa, dia pun merasakan rasa malu dan hampir merasa putus asa dengan penyakitnya ini, karena tak kuat menanggung malu akan penyakit tuli yang dideritanya ini.

Perlahan tapi pasti, Beethoven mulai bangkit dan mulai tersadar bahwa dia masih punya mata untuk berkarya walau hati kecilnya memang tak bisa dibohongi bahwa dia selalu merasa keheningan dan kekosongan dalam dirinya sekalipun dia sedang berada dalam kerumunan orang banyak. Sungguh suatu keadaan yang mengharukan bagi seorang komposer.

Dengan membuat beberapa aransemen musik, opera-opera, beliau mulai bangkit dari keterpurukanya. Yang jadi hal yang luar biasa adalah dia hanya membuat sebuah aransemen hanya dari kombinasi-kombinasi tangga nada saja, tanpa mendengarkan terlebih dahulu hasil karya aransemennya. Benar-benar hal yang sulit dipercaya  dan sangat luar biasa.

Inilah yang saya salutkan dari seorang Beethoven. Walaupun dalam keadaan serba kekurangan dia masih memiliki semangat untuk berkarya. Karena beliau berkarya bukan untuk siapa dan dari siapa, tapi berkarya dari hatinya yang ikhlas menuliskan bait-bait nada dalam setiap aransemen musik yang beliau buat.

Hal inilah yang menginspirasi saya dan akan saya implementasikan dalam kehidupan saya. Dengan ini saya menjadi tersadar, Karena sesungguhnya. kekurangan yang dimiliki oleh seseorang itu artinya sebuah kelebihan yang tidak dimiliki oleh oranglain dan harus sepatutnya kita nikmati semua ini dengan penuh rasa syukur kepada sang Pencipta.

Allah akan senang terhadap semua hamba-hambanya yang benar-benar mensyukuri semua nikmat yang telah ia berikan. Sesungguhnya kenikmatan yang ia beri terhadap kita, niscaya, jika engkau mau menuliskannya dalam kertas maka, tinta sebanyak air dilautan pun tidak akan cukup untuk menuliskan berbagai niukmat yang telah ia berikan. Ketahuilah, nafas yang kita hela sekarang pun ialah sebuah nikmat yang tiada ada gantinya.

Comments